Panduan Pintar Belajar ke Luar Negeri

Ingin studi di luar negeri? Awas salah pilih universitas dan program pendidikan yang kurang berkualitas.

Home - Jurusan Kuliah - Persepsi tentang Jurusan Kuliah Berikut, Benar atau Tidak?

Persepsi tentang Jurusan Kuliah Berikut, Benar atau Tidak?

Posted on March 12, 2016 in Jurusan Kuliah Pendidikan

Jurusan KuliahJurusan kuliah, hal yang dianggap krusial sehingga terkadang membuat kebimbangan saat memilihnya. Jurusan kuliah dianggap krusial karena dipandang sebagai penentu masa depan, bakal cemerlang atau tidak. Benarkah demikian? Jurusan kuliah memang mendukung masa depan cemerlang, tapi tidak sepenuhnya. Kalau memilih jurusan kuliah yang bagus tapi tidak diiringi dengan keterampilan yang memadai, relasi yang luas, akreditasi universitas, jelas saja percuma. Persepsi lain tentang jurusan kuliah di bawah ini.

Jurusan kuliah menentukan besar kecilnya pendapatan              

Jurusan akuntansi kelihatannya oke? Lulusannya bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama sebagai akuntan. Jurusan teknik sipil juga oke karena setelah lulus bisa jadi arsitek. Apakah setiap jurusan yang dipandang oke selalu identik dengan profesi terpandang dengan pendapatan yang tinggi? Tidak demikian, apalagi IPK yang dimiliki tidak sesuai dengan kemampuan. Kesulitan diterima bekerja jadi salah satu resikonya. Mendirikan usaha sendiri pun bakal kesulitan karena tidak adanya pengalaman bekerja di perusahaan terpercaya. Oleh karenanya, jangan remehkan jurusan kuliah yang dipandang biasa-biasa saja. Meski menggeluti profesi sederhana setelah lulus dari jurusan yang dipandang biasa-biasa saja, belum tentu pendapatannya biasa juga. Seperti halnya, jurusan jahit yang membuat lulusannya bisa jadi seorang pembuat dan pemasar baju dengan omset miliaran.

Unggulkan passion dalam memilih jurusan kuliah, harga mati  

Di mana pun memilih bakal melanjutkan kuliah baik di dalam maupun di luar negeri entah itu universitas negeri ataupun universitas swasta, harga mati untuk unggulkan passion dalam memilih jurusan kuliah. Benarkah? Yup, menjalani jurusan kuliah sesuai dengan apa yang dicintai sejatinya dapat mendongkrak semangat. Hari-hari di kampus pun bakal enjoy. Masalah yang dihadapi bukan dianggap sebagai kendala melainkan hal yang dapat menambah wawasan dan mendorong diri berpikir untuk mencari solusinya. Keaktifan hingga prestasi yang diberikan, bakal buat kamu jadi bintang kelas bahkan kampus karena. Alhasil, IPK tinggi yang menjadi salah satu syarat masuk perusahaan ternama pun bakal mudah dicapai. Jangan pernah mengabaikan kecintaan terhadap sesuatu hal meski terhadap hal yang sederhana sekalipun. Yakinlah passion apabila ditekuni dengan baik bakal buat kamu profesional dan sukses di kemudian hari.

IPK minim di jurusan kuliah berprospek, tidak masalah                

“Kalau sudah masuk dalam jurusan kuliah berprospek, tidak masalah kalau IPK yang didapat nantinya kecil”, persepsi ini tentu tidak tepat. Ingat, IPK mencerminkan kemampuan. Meski jurusan kuliah berprospek, tapi kemampuannya minim, perusahaan mana yang mau menerimanya? Meski nilai bukan segalanya (aspek lain yang ditawarkan perusahaan: penampilan menarik, prestasi non akademik, kemampuan bahasa, lolos tes tertulis & wawancara, dll), tetap saja IPK jadi syarat awal yang harus dipenuhi untuk menduduki jabatan yang oke. Sejatinya, jurusan kuliah apapun memiliki kesempatan untuk melamar di berbagai bidang pekerjaan. Lapangan kerjaan saat ini tidak lagi dikotak-kotakan berdasarkan latar belakang pendidikan (jurusan kuliah). Hanya saja, harus punya IPK yang bagus. Meski ditolak dari jurusan kuliah berprospek, tetap semangat kuliah & belajar karena kamu masih berpeluang sukses.

Pengalaman lebih diunggulkan ketimbang jurusan kuliah

Pelamar yang berpengalaman sejatinya paling diperhitungkan perusahaan ketika akan merekrut karyawan, meski ada pelamar yang lebih sesuai latar belakang pendidikannya untuk posisi yang diperlukan. Benarkah? Pengalaman yang dimiliki bakal membuat perusahaan bisa menekan biaya pelatihan yang intensif. Pekerjaan yang diberikan pun bakal diselesaikan dengan cukup baik untuk sekelas karyawan baru. Bagaimana dengan pelamar dengan latar belakang pendidikan yang sesuai? Meski ada basic, minimnya pengalaman bakal membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya & waktu ekstra untuk melatihnya. Apalagi jika pelamar mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi yang tidak menerapkan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau magang, kunjungan ke perusahaan-perusahaan, dan lainnya yang memudahkan untuk masuk ke dunia kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *